Oleh: catatankaki.org Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta menjadi saksi bisu pendirian Front Pembela Islam (FPI). Di lokasi itu, tanggal pada kalender-kalender yang
Tahun: 2011
Kritik Sebagai Roda Penggerak Kesadaran Politik
Sambutan Setengah Virtual Setengah Verbal untuk Peluncuran JURNAL PROBLEM FILSAFAT Anom Astika Jakarta, 20 Agusutus, 2011 Kawan, Mulai hari ini kita hidup dan tumbuh menurut terang.
Sumbangan untuk aksi Tunjangan Hari Raya (THR)
Yusuf Dwi Handoko* SERUAN TERBUKA DAN PENYERAHAN DIRI ! TINDAK DAN AWASI PELAKSANAAN THR ! Ibarat dongeng dari Yunani, “Mitos Sisifus”, persoalan yang terjadi dan
Reportase Aksi Solidaritas untuk kasus kekerasan Tiaka, di Jakarta.
PEMBEBASANNews 25 Agustus 2011 Rakyat Bergerak Siang tadi pukul 14:00 puluhan aktivis gerakan rakyat mendatangi kantor pusat PT. Medco, di Gedung Energy, Jalan Sudirman. Mereka
17 Agustus versus 1 Oktober
Indonesia dibangun di atas reruntuhan kolonialisme. Orde Baru meluluhlantakannya. Max Lane SAYA datang ke Indonesia pertama kali 1969 dan sudah berkali-kali kembali ke Indonesia. Sebagai
Demi kesejahteraan dan keadilan, kebebasan politik harus direbut!
Editorial Redaksi Koran Pembebasan Edisi I Juli-Agustus 2011 Kebebasan politik rakyat bukanlah hadiah dari rezim borjuasi dimanapun! Tidak juga oleh oleh kaum borjuasi yang paling
Sukarno di Simpang Jalan Revolusi
Apakah Sukarno menjadi seorang Trotskyis ketika mesti memilih pada jalan mana revolusi harus ditempuh? MAX LANE Pada 1958 Presiden Sukarno pernah menyampaikan beberapa kuliah tentang
Berjuang untuk Sosialisme = berjuang untuk demokrasi
Bebaskan 30 aktivis PSM! Zely Ariane[1] “Tetaplah kuat (berjuang), karena akan membuatku tambah kuat. Kari ayam yang mereka kasihkan (dipenjara) telalu berminyak.” Sarat Babu al
Warga Urut Sewu, Perjuangan Petani Melawan TNI
Ganjar Krisdiyan[1], S.E. Kasus yang paling banyak melibatkan tindakan kekerasan aparat keamanan/TNI terhadap masyarakat adalah kasus-kasus perampasan tanah. Rakyat yang tanahnya dirampas, baik yang dilakukan
Demokrasi terancam, gerakan sosial belum banyak bertindak
Oleh: Mutiara Ika Pratiwi[1] Ancaman militerisme yang terdapat dalam rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Intelijen dan KUHP pada Juli 2011 mendatang ternyata masih cukup sepi direspon
