Kepentingan US dan NATO di Balik Perang Rusia-Ukraina

Oleh: Naf Sardjono*

Konflik antara Rusia dan Ukraina tidak bisa hanya dilihat sebagai konflik antar dua negara saja. Konflik ini sesungguhnya merupakan arena pertarungan yang lebih besar, template, dan pengulangan sejarah. Kami akan coba memaparkan beberapa konteks yang menjadi pemicu dari ketegangan yang saat ini terjadi.

Amerika Sedang Mengalami Krisis

November 2021 lalu Amerika mengalami inflasi terburuk dalam 39 tahun terakhir.¹ Hal ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Angka sebaran Covid di Amerika Serikat merupakan yang tertinggi di dunia. Angka kasus yang begitu tinggi menyedot dana yang sangat besar. Akibatnya Departemen Keuangan AS mencatatkan utang publik yang beredar telah menembus 30 triliun dollar AS atau setara sekitar Rp 432.000 triliun.²

Tahun 2020 menjadi periode paling kelam bagi surplus perdagangan Amerika yang terlempar dari ranking 10 besar. Cina menduduki peringkat teratas, jauh melewati Jerman di peringkat ke-2.³

Perebutan Pasar Gas

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa perang maupun pendudukan suatu wilayah erat kaitannya dengan kepentingan ekonomi. Jika dahulu penjajahan dan peperangan digunakan untuk menguasai  lahan seluas-luasnya, untuk kemudian ditanami komoditas. Seiring dengan perkembangan zaman perebutannya bergeser kepada sumber daya energi, baik minyak maupun gas alam.

Amerika adalah negara produsen gas alam terbesar di dunia (914,62 juta meter kubik pada 2020, jauh di atas Rusia (638,49 juta meter kubik). Kemudian disusul Iran (250,79 juta meter kubik), Cina (194,01 juta meter kubik), serta Qatar (171,32 juta meter kubik).⁴

Meski menempati urutan utama sebagai produsen gas alam, nyatanya angka ekspor gas berada di bawah Rusia.⁵ Mengapa? Gas merupakan sumber energi terbesar kedua di Eropa setelah minyak bumi. Sementara itu Eropa sedang berada dalam masa transisi untuk meninggalkan energi fosil. Peran gas menjadi amat krusial bagi Eropa yang memiliki 4 musim. Gas berperan penting, bukan hanya sebagai bahan bakar penggerak produksi, melainkan untuk bertahan hidup ketika musim dingin datang. Rusia dengan angka produksi gas alamnya yang cukup tinggi telah menjadi pemasok terbesar bagi negara-negara di Eropa daratan. Pertimbangan harga yang murah, lokasi, efisiensi distribusi, menjadikan Rusia sebagai pilihan utama pemasok gas bagi Eropa ketimbang Amerika Serikat. Hal ini sudah berlangsung setidaknya sejak tahun 2011 melalui perusahaan pipa gas alam bernama Nord Stream AG dengan nama proyek Nord Stream 1.

Saham mayoritas Nord Stream AG dimiliki oleh Rusia melalui Gazprom dengan kepemilikan saham sebesar 51%, disusul oleh Jerman melalui Wintershall Dea AG dan PEGI/E.ON dengan kepemilikan masing-masing 15,5%, serta Belanda melalui N.V. Nederlandse Gasunie dan Perancis melalui ENGIE yang masing-masing memegang kepemilikan saham sebesar 9%.⁶

Melalui Nord Stream 1, hukum ekonomi supply and demand antara Eropa daratan dengan Rusia di bagian timur bertemu. Nord Stream 1 memiliki kapasitas transmisi gas alam sebesar 55 miliar meter kubik (m3) per tahun. Dampaknya Rusia jadi memiliki pengaruh cukup besar di Eropa secara ekonomi maupun politik. Bagaimana respon Amerika Serikat? Sebagai negara imperialis, Amerika tentu merasa terusik. AS akan mengganggu seluruh negara yang berpotensi menyaingi dominasi dan menolak patuh padanya, apapun sistem ekonominya dan apapun ideologinya, termasuk Rusia. Rusia di bawah Putin adalah negara Kapitalis yang menancapkan tiang-tiang ekonominya pada segelintir oligarki di sekelilingnya. Rusia hari ini bukan lah Uni Soviet, bukan sosialis. Sekali lagi, Rusia adalah negara kapitalis non monopoli.

Amerika semakin meradang setelah Rusia bersama Jerman, Belanda, Perancis, dan ditambah Austria dalam Nord Stream AG merencanakan pembangunan Nord Stream 2 pada tahun 2018. Nord Stream 2 diproyeksikan bisa menambah kapasitas transmisi gas Rusia ke Uni Eropa dua kali lipat menjadi 110 miliar m3 per tahun.⁷ Proyek ini juga akan berdampak kepada Ukraina yang sebelumnya menjadi wilayah transit gas Rusia. Proses transit ini menyumbang sekitar 4% pendapatan negara Ukraina.

Selama pembangunan Nord Stream 2 Amerika berusaha menjegal melalui serangkaian ancaman sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam Nord Stream 2. Pada Januari 2019, duta besar AS di Jerman, Richard Grenell, mengirim surat kepada perusahaan yang terlibat dalam pembangunan Nord Stream 2, mendesak mereka untuk berhenti mengerjakan proyek tersebut dan mengancam mereka dengan kemungkinan sanksi.⁸

Pada bulan Desember 2019, Senator Republik AS, Ted Cruz dan Ron Johnson mendesak pemilik Allseas (perusahaan kontraktor pipa dari Swiss), Edward Heerema, untuk menangguhkan pengerjaan proyek Nord Stream 2. Mereka mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi yang berat jika Allseas tidak menurutinya.⁹ Ted juga secara resmi mengajukan RUU terkait sanksi-sanksi tersebut pada 8 November 2021.¹⁰

Pada 21 Desember 2019, Allseas mengumumkan penangguhan aktivitas pipa proyek sehubungan dengan disahkannya Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS untuk Tahun Anggaran 2020 oleh Donald Trump.¹¹ Undang-Undang tersebut menyebutkan secara jelas sanksi-sanksi yang dijatuhkan kepada perusahaan-perusahaan Eropa yang terlibat dalam proyek Nord Stream 2.¹²

Menteri Keuangan Jerman dan Juru Bicara Uni Eropa mengkritik sanksi ini sebagai bentuk intervensi yang berlebihan terhadap kedaulatan ekonomi dalam negeri Jerman dan negara-negara Eropa.¹³ Sementara menteri luar negeri Rusia, Sergey Lavrov, bereaksi bahwa sanksi tersebut tidak akan menghentikan proyek Nord Stream 2, ia bahkan menyebut bahwa kongres AS nampak frustasi mengupayakan segala cara untuk menghancurkan hubungan antara AS dan Rusia.¹⁴

Pada bulan Desember 2020, kapal pemasangan pipa Rusia, Akademik Cherskiy, melanjutkan proyek pemasangan pipa. Pada bulan Januari 2021, Fortuna, perusahaan pipa lain bergabung dengan Akademik Cherskiy untuk menyelesaikan pengerjaan.¹⁵ Pada 4 Juni 2021, Presiden Putin mengumumkan bahwa pemasangan pipa untuk jalur pertama Nord Stream 2 telah selesai sepenuhnya. Pada tanggal 10 Juni, bagian-bagian dari pipa itu telah terhubung.¹⁶ Peletakan jalur kedua selesai pada September 2021.¹⁷

Pada Juni 2021, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa perampungan Nord Stream 2 sudah tak terelakan. Pada Juli 2021, AS mendesak Ukraina untuk tidak mengkritik perjanjian yang akan AS lakukan dengan Jerman mengenai jalur pipa.¹⁸

Pada 20 Juli, Joe Biden dan Angela Merkel mencapai kesepakatan bahwa AS dapat memberlakukan sanksi jika Rusia menggunakan Nord Stream sebagai “senjata politik”.

Kesepakatan itu bertujuan untuk mencegah Polandia dan Ukraina terputus dari pasokan gas Rusia. Ukraina akan mendapatkan pinjaman $ 50 juta untuk teknologi hijau hingga 2024 dan Jerman akan menyiapkan dana satu miliar dolar Amerika untuk mempromosikan transisi Ukraina ke energi hijau untuk mengkompensasi hilangnya biaya transit gas. Kontrak untuk transit gas Rusia melalui Ukraina akan diperpanjang hingga 2034, jika pemerintah Rusia setuju.¹⁹

Pada 16 November 2021, harga gas alam Eropa naik 17% setelah regulator energi Jerman menangguhkan persetujuan Nord Stream 2. Hal ini karena Gazprom Nord Stream AG sedang mendirikan anak perusahaan untuk mengoperasikan rangkaian sistem Jerman, guna mengikuti aturan Uni Eropa yang mengharuskan kepemilikan transmisi dan gas alam untuk dipisahkan.²⁰

9 Desember 2021, Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki, meminta Kanselir Jerman yang baru dilantik, Olaf Scholz, untuk menghentikan Nord Stream 2. Pada kunjungan ke Roma, Morawiecki mengatakan: “Saya akan meminta Kanselir Scholz untuk tidak menyerah pada tekanan dari Rusia dan tidak mengizinkan Nord Stream 2 digunakan sebagai alat pemerasan terhadap Ukraina, alat pemerasan terhadap Polandia, dan instrumen pemerasan terhadap Uni Eropa.”²¹

Akhirnya, Olaf Scholz menangguhkan sertifikasi Nord Stream 2 pada 22 Februari 2022 sebagai akibat dari pengakuan Rusia atas Republik Donetsk (DPR) dan Luhanks (LPR), serta pengerahan pasukan di wilayah yang dipegang oleh DPR dan LPR.²²

Donetsk dan Luhansk

Kita tidak bisa melepaskan deklarasi kemerdekaan Donetsk dan Luhanks –yang kemudian diakui oleh Rusia– dari Revolusi Oranye atau Revolusi Maidan yang terjadi pada Februari  2014. Revolusi Oranye adalah peristiwa penggulingan Presiden Viktor Yanukovych yang terpilih secara demokratis pada pemilu tahun 2010. Salah satu janji kampanye Viktor Yanukovych adalah mengesahkan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi ke-2 di Ukraina. Bahasa Rusia merupakan bahasa yang dipakai oleh penduduk di wilayah Ukraina timur, Donetsk dan Luhanks. Setelah terpilih, baru pada tahun 2012 pengesahan itu dilakukan.

Pengesahan ini diprotes oleh kelompok ultranasionalis dan terus dijadikan senjata untuk menggulingkan Yanukovych. Kejatuhan Yanukovych akhirnya terjadi pada 22 Februari 2014, usai dia menolak kerja sama dengan Uni Eropa. Ukraina terbelah, sebagian mendukung keputusan ini, sebagian lagi menentangnya. Demonstrasi dan bentrokan pun pecah.

Pertanyaannya kenapa Viktor Yanukovych menolak bergabung dengan Uni Eropa?

Barat dengan segala sumber daya informasi dan medianya berhasil memframing keputusan yang diambil oleh Viktor Yanukovych karena dilatarbelakangi kedekatannya dengan Rusia. Namun jika kita mau berpikir sejenak, bukankah Uni Eropa dengan sistem pasar bebasnya akan sangat berbahaya bagi Ukraina yang berstatus sebagai negara paling miskin di Eropa?²³ Krisis yang menerpa Yunani bisa menjadi contoh bagaimana negara miskin dengan tingkat produktivitas pekerja yang rendah akan sangat rentan jika berada di dalam pasar bebas Uni Eropa.

Lantas siapa yang berada di balik penggulingan Viktor Yanukovych? Guna menjawab ini kita bisa melihat kesamaan “cetakan” gaya demonstran di Venezuela, Bolivia, Libya, atau Suriah yang bernuansa rasis dan penuh kekerasan. Demonstran ini bahkan tak ragu untuk melukai bahkan membunuh warga sipil yang tidak berada dalam barisannya. Pada Revolusi Oranye bisa diidentifikasi lebih dekat dengan kehadiran seorang makelar perang, Bernard-Henri Levy di Kiev, ibukota Ukraina. Levy juga terlibat memprovokasi penggulingan Assad di Suriah dan Khadafi di Libya. Di Kiev dia berpidato berapi-api, menyeru rakyat Ukraina, “Les gens de Maidan, vous avez un rêve qui vous unit. Votre rêve est l’Europe!” (“Wahai orang-orang Maidan, kalian punya mimpi yang mempersatukan kalian. Mimpi kalian adalah Eropa!”).

Sama seperti di Bolivia di Ukraina terdapat kelompok fasis Ukrainian People’s Self-Defense (UNA-UNSO, organisasi ‘turunan’ NAZI), yang mendapat pelatihan kemiliteran di kamp NATO di Estonia pada 2006. Mereka diajari membuat peledak dan menembak. Mereka adalah salah satu kelompok paling bertanggung jawab atas aksi-aksi kekerasan selama Revolusi Oranye.

Pada akhirnya Yanukovych pun terjungkal dan sehari setelahnya UU pengesahan bahasa Rusia sebagai bahasa resmi ke-2 dibatalkan. Kejatuhan Yanukovych membuka babak baru konflik Ukraina.

Parlemen Krimea dan Dewan Kota Sevastopol menganggap jatuhnya Viktor Yanukovych selama revolusi Ukraina 2014 sebagai sebuah kudeta dan menganggap pemerintahan baru Ukraina di bawah Presiden Sementara, Oleksandr Turchynov, tidak sah. Mereka kemudian menggelar referendum guna menanyakan kepada penduduk Krimea:

1. Apakah anda mendukung bergabungnya Krimea dengan Federasi Rusia, sebagai bagian dari Rusia?

2. Apakah anda mendukung restorasi konstitusi Krimea tahun 1992, dan status Krimea sebagai bagian dari Ukraina?

Referendum dilakukan secara demokratis dan hasilnya 95,5% penduduk memilih untuk bergabung dengan Federasi Rusia. Hasil referendum ini ditolak mentah-mentah oleh negara-negara barat. Mereka menyebut referendum yang digelar secara demokratis dan damai (bahkan prosesnya diliput oleh media-media barat sendiri)²⁴ itu sebagai aneksasi Rusia. Jika referendum Krimea disebut sebagai aneksasi, lantas apa sebutan yang pantas bagi Perjanjian Guadalupe Hidalgo ketika Amerika dengan seluruh kekuatan senjatanya mencaplok wilayah Meksiko?

Situasi panas tak kunjung reda hingga pada bulan April 2014, wilayah Donetsk dan Luhansk memproklamirkan diri sebagai negara yang merdeka. Penduduk dari kedua wilayah ini adalah etnis penutur bahasa Rusia.²⁵ Lagi-lagi Amerika dan Barat tidak mengakuinya. Pemerintah Ukraina menyebut keduanya sebagai kelompok separatis pro Rusia dan menerjunkan pasukan untuk menumpasnya.

Pasukan yang diterjunkan oleh Ukraina ini termasuk Batalyon Azov yang telah diresmikan sebagai garda nasional Ukraina. Batalyon Azov adalah milisi bersenjata berpaham Neo Nazi yang kerap menyasar warga sipil penutur bahasa Rusia di Donetsk dan Luhansk. Keberadaan Batalyon Azov juga telah diakui oleh media-media besar barat. Max Blumenthal melalui tulisannya membongkar keterlibatan Amerika dalam mendanai dan mempersenjatai Batalyon Azov.²⁶ Tentu ini dapat dibuktikan dengan mudah. Salah satunya, coba perhatikan peralatan perang Batalyon Azov. Dari mana milisi sipil dari negeri miskin seperti Ukraina bisa mendapat persenjataan yang begitu canggih dan tentunya mahal?   

Inilah alasan mengapa AS dan Ukraina menolak resolusi usulan Rusia di PBB untuk memerangi penghormatan Nazisme, neo-Nazisme, dan praktik lain yang akan mengarah pada bentuk baru rasisme, diskriminasi rasial, xenophobia, dan intoleransi.²⁷ Padahal resolusi ini juga dilatarbelakangi oleh rasisme yang kian menguat di AS hingga menyebabkan gelombang protes Black Lives Matter. Hipokrit.

Sekali lagi Amerika Serikat berada di balik semua konflik ini. Perang dan bisnis senjata adalah cara untuk menangani krisis dalam negeri Amerika Serikat, dan ini merupakan, lagi-lagi pengulangan yang terus menerus terjadi. Sebagai Imperialis, Amerika memaksakan sejumlah sanksi ekonomi terhadap negara-negara yang tidak mematuhinya. Sekali lagi, bukan hanya Venezuela, Bolivia, maupun Kuba yang berada pada fase transisi Sosialis. Amerika juga menyasar Cina (ingat polemik Huawei), dan kini Rusia dengan menjadikan Ukraina sebagai umpannya. Perlu lagi ditegaskan bahwa Cina dan Rusia bukan lagi negara berhaluan komunis, keduanya adalah kapitalis, tepatnya kapitalis non-monopoli.

Monopoli, ini kata yang harus benar-benar dipahami dalam melihat kondisi saat ini. Kelompok kiri dan progresif sebaiknya kembali membuka teori Lenin tentang imperialisme. Lenin menitikberatkan pada monopoli sebagai karakteristik dari imperialisme sebagai tahapan tertinggi dari kapitalisme.²⁸ Melalui serangkaian peristiwa –termasuk ancaman sanksi ekonomi– bahkan kepada pion-pionnya di Eropa, telah cukup menunjukan bahwa Amerika Serikat adalah imperialis sejati. Betul bahwa Rusia berpotensi menjadikan gas alamnya sebagai pengaruh di Eropa, namun lagi-lagi, mereka tak cukup mampu menghindari jegalan Amerika Serikat.

AS dengan segala sumber daya media dan propagandanya hendak mengaburkan teori imperialisme Lenin dengan memprovokasi Cina dan kini Rusia lewat Ukraina agar keduanya tampak menjadi imperialis yang sebenarnya, sehingga kita mengutuknya, alih-alih mengarahkan tenaga perlawanan pada Amerika sang imperialis utama. Jika Amerika bisa seculas itu pada Rusia dan Cina yang jelas-jelas kapitalis, maka bisa kita bayangkan apa yang bisa mereka lakukan kepada negeri-negeri yang lebih miskin lagi? Mereka terus coba melakukannya kepada Venezuela dan Bolivia. Kita sudah pernah dikelabui dalam konteks Afghanistan, Libya, Irak, Suriah, dan itu cukup! Jangan biarkan rakyat Ukraina dan rakyat Rusia menjadi korban berikutnya.

Amerika Sudah Mempersiapkan Semua Ini

Amerika telah menghubungi sekutunya Qatar dan Jepang pada Januari dan Februari lalu. Amerika meminta kedua negara tersebut bersiap menjadi pemasok gas alam ke Eropa jika krisis kali ini menghambat pasokan gas dari Rusia.²⁹³⁰ Sembari mendemonisasi operasi militer Rusia menggunakan narasi invasi, diam-diam Amerika dan sekutunya seperti Kanada terus memasok senjata ke perbatasan negara-negara yang berbatasan dengan Rusia, Polandia sekaligus Ukraina.³¹

Pada 7 Februari, Presiden Amerika Joe Biden menyebut secara eksplisit akan menyasar Nord Stream 2 jika Rusia menyerang Ukraina. Putin akhirnya mendeklarasikan operasi militer usai mengakui kemerdekaan Republik Donetsk tanpa persetujuan dari Dewan Keamanan PBB dengan tujuan menumpas Neo-Nazi Batalyon Azov yang memerangi penduduk Donetsk dan Luhansk, sekaligus menghentikan upaya Ukraina bergabung dengan NATO.³²  

Bergabungnya Ukraina dengan NATO akan memberikan keleluasaan lebih bagi Amerika dan sekutunya untuk mendirikan pangkalan perang tepat di garis merah perbatasan Rusia. Jika ini terjadi, maka Amerika tak hanya akan memiliki sanksi ekonomi sebagai senjata untuk menundukkan Rusia, tapi juga senjata dan pasukan. Bayangkan anda berunding dengan tetangga yang menenteng senjata. Putin melangkahi kewenangan Dewan Keamanan, persis seperti yang Amerika melalui NATO lakukan pada konflik Yugoslavia dan tak pernah mendapatkan sanksi hingga saat ini.

Peran Media

Usai serangan pertama dilakukan, media-media mainstream langsung bergerak membentuk opini publik. Seluruh saluran media, baik cetak maupun digital, langsung mengarahkan kameranya ke Ukraina. Padahal di saat yang bersamaan Israel juga melakukan serangan udara ke Damaskus, Koalisi Arab Saudi juga menyerang Yaman melalui udara, dan Amerika juga membombardir Somalia. Media mainstream bungkam ketika rakyat Palestina ditembaki tentara Zionis Israel ketika memperingati Isra Mi’raj.

Dampak dari kekuatan propaganda dan framing media barat ini langsung diserap oleh organisasi di banyak sektor, salah satunya olahraga. FIFA sebagai induk sepak bola dunia menunjukan hipokrisinya dengan melarang seluruh keterlibatan tim sepak bola Rusia dalam kegiatan seluruh agenda FIFA. FIFA bungkam pada Arab Saudi yang membombardir Yaman dan membiarkan tim sepak bolanya ikut serta dalam Piala Dunia 2018 di Rusia. FIFA juga menghukum klub yang suporternya membentangkan bendera Palestina di dalam stadion dengan dalih jangan mencampuradukkan politik dan olahraga.

Eropa Terjepit

Di tengah mendesaknya kebutuhan energi, Eropa (Jerman, Perancis, Italia, Belanda, dan lainnya) pada posisi yang sulit. Eropa membutuhkan gas Rusia, namun di sisi lain lengannya dirantai oleh Amerika Serikat. Jika mereka terlibat, ada kemungkinan perang akan meluas dan meluluhlantakan negerinya. Artinya sejarah kelam Perang Dunia II akan kembali terulang.

Siapa pemenang dari Perang Dunia II? Jawabannya adalah Amerika. Meskipun tentara Soviet yang berdarah-darah dan akhirnya mampu mengalahkan Hitler, Amerika lah yang mendulang banyak keuntungan, baik ekonomi maupun politik pasca PD II. Amerika hanya sedikit sekali terkena dampak perang dan itu pun jauh letaknya, Pearl Harbour.

Dengan kelicikannya, Amerika menunda terlibat dalam Perang Dunia II melawan Nazi. Menunggu Eropa luluh lantak lalu datang memberi bantuan militer seperlunya. Usai Nazi berhasil dikalahkan tentara Soviet, mereka datang lagi ke Eropa membawa senjata baru yang lebih ampuh, yakni Marshall Plan. Sesuai nama resminya, European Recovery Program (ERP), Marshall Plan memiliki misi untuk memberikan “bantuan” kepada negara-negara Eropa yang terdampak oleh perang guna membangun negaranya kembali.

Marshall Plan lebih dari sekadar rencana ekonomi. Menteri Luar Negeri AS melihat potensi bahwa kerja sama semua negara Eropa akan mengarah pada persatuan yang lebih besar. Rencana tersebut mengarah pada pembentukan The North Atlantic Treaty Organization atau disingkat NATO, biang keladi dari peperangan selama ini.

Kita bersepakat bahwa perang adalah kejahatan, seluruh perang para kapitalis harus dihentikan karena hanya menyengsarakan rakyat dan kelas pekerja. Oleh karena itu kami bersikap berdiri bersama rakyat Ukraina dan Rusia, menentang perang yang tengah berlangsung antara Rusia dan Ukraina, menuntut pembubaran Neo Nazi Batalyon Azov, sekaligus menuntut pembubaran aliansi NATO yang di waktu bersamaan juga memerangi Suriah, Yaman, Somalia, dan Palestina.

Kepentingan utama Amerika adalah monopoli melalui pembukaan pasar. Pembukaan pasar tenaga kerja dan sumber daya alam. Tanpa adanya pembukaan pasar tidak akan terjadi monopoli. Selain itu perang berdampak pada peningkatan meningkatnya atmosfer kekhawatiran di seluruh dunia yang kemudian pada meningkatnya anggaran belanja militer yang industrinya lagi-lagi dimonopoli AS dan NATO. Terakhir, kita harus menarik pelajaran penting ketika pemerintahan kiri harus diperhadapkan dalam situasi serupa dengan yang dihadapi Rusia (Putin)? Apakah juga akan melakukan operasi militer atau? Sebuah pertanyaan yang penting kita diskusikan bersama untuk menemukan rumusan program taktik yang tepat dan benar.

*CA Partai Pembebasan Rakyat

** Disarikan dan dikembangkan dari diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Partai Pembebasan Rakyat

Catatan kaki

¹https://www.cnbcindonesia.com/market/20211211113211-17-298468/rekor-inflasi-as-tertinggi-sejak-39-tahun-ri-kudu-waspada/2

²https://money.kompas.com/read/2022/02/02/103200426/pecah-rekor-utang-amerika-serikat-tembus-rp-432000-triliun#:~:text=Dilansir%20dari%20CNN%2C%20Selasa%20(2,Rp%2014.400%20per%20dollar%20AS).

³The 20 countries with the highest trade surplus in 2020 | Statista

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/11/amerika-serikat-produsen-gas-alam-terbesar-dunia-bagaimana-indonesia

https://www.statista.com/statistics/217856/leading-gas-exporters-worldwide/#:~:text=Russia%20is%20the%20world’s%20leading,followed%20by%20Qatar%20and%20Norway.

https://www.nord-stream.com/about-us/

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/02/23/jerman-bekukan-nord-stream-2-berapa-kapasitas-transmisi-gasnya#:~:text=’Nord%20Stream’%20pertama%20diresmikan%20pada,baru%20rampung%20pada%20akhir%202021.

https://www.spiegel.de/politik/deutschland/richard-grenell-us-botschafter-schreibt-drohbriefe-an-deutsche-firmen-a-1247785.html

https://www.cruz.senate.gov/newsroom/press-releases/sens-cruz-johnson-put-company-installing-putin-and-146s-pipeline-on-formal-legal-notice

¹⁰https://www.cruz.senate.gov/newsroom/press-releases/sen-cruz-on-the-senate-floor-i-will-use-all-options-to-stop-biden-putin-nord-stream-2-pipeline

¹¹https://allseas.com/news/allseas-suspends-nord-stream-2-pipelay-activities/

¹²https://www.bbc.com/news/world-europe-50875935

¹³https://www.dw.com/en/germany-eu-decry-us-nord-stream-sanctions/a-51759319

¹⁴https://www.cnbc.com/2019/12/16/ukraine-and-russia-look-to-strike-gas-transit-deal.html?recirc=taboolainternal

¹⁵https://www.derstandard.at/consent/tcf/story/2000122346403/bau-von-gas-pipeline-nord-stream-2-geht-wieder-los

¹⁶https://www.derstandard.at/consent/tcf/story/2000122346403/bau-von-gas-pipeline-nord-stream-2-geht-wieder-los

¹⁷https://meduza.io/news/2021/09/10/gazprom-ob-yavil-o-zavershenii-stroitelstva-severnogo-potoka-2

¹⁸https://www.politico.com/news/2021/07/20/us-ukraine-russia-pipeline-500334

¹⁹https://www.ft.com/content/49210a4e-17ed-4a2e-a986-4efcadc7f342

²⁰https://www.naturalgasintel.com/european-natural-gas-prices-surge-on-nord-stream-2-delay-lng-recap/

²¹https://www.metro.us/polish-pm-tells-germanys/

²²https://www.reuters.com/business/energy/germanys-scholz-halts-nord-stream-2-certification-2022-02-22/

²³https://worldpopulationreview.com/country-rankings/poorest-countries-in-europe

²⁴https://www.youtube.com/watch?v=L1v_lu6qcyk

²⁵https://translatorswithoutborders.org/language-data-for-ukraine

²⁶https://thegrayzone.com/2018/04/07/the-us-is-arming-and-assisting-neo-nazis-in-ukraine-while-congress-debates-prohibition/

²⁷https://international.sindonews.com/berita/927982/42/rusia-ajukan-resolusi-anti-nazi-as-menolak

²⁸https://koranpembebasan.org/2020/12/24/teori-imprealisme-lenin-mempertahankan-relevansinya-bagi-abad-21/

²⁹https://www.reuters.com/business/energy/us-asks-japan-divert-some-lng-imports-europe-if-supplies-disrupted-2022-02-04/

³⁰https://www.pipeline-journal.net/news/qatar-and-us-talks-over-supplying-gas-europe-should-russia-shut-down-gas-pipelines

³¹https://www.gov.pl/web/canada-en/transport-of-arms-and-ammunition

³²https://www.reuters.com/business/energy/if-russia-invades-ukraine-there-will-be-no-nord-stream-2-biden-says-2022-02-07/

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.