(Yogyakarta reportase, 12/9) Beberapa kelompok pergerakan di Jogjakarta mempersiapkan diri menuju Hari Tani tgl 24 September 2012 nanti. Di saat yang sama beberapa organisasi mahasiswa,
Kategori: Pergerakan
Tugas Pergerakan Buruh Bekasi
Memperkuat Persatuan Antar Serikat, Antar Pabrik dalam Satu Komite Perjuangan Bersama. Sejarah telah menunjukan, bahwa setahap demi setahap, pergerakan buruh semakin meningkatkan kapasitas perlawanannya. Bulan-bulan terkahir
Dukung & Persiapkan Aksi Mogok Nasional Buruh Indonesia
Seruan Nasional SEKBER BURUH JABOTABEK Laju perlawanan buruh tidak dapat dibendung lagi. Kaum buruh tidak mau lagi dikorbankan demi “karpet merah” bagi para pemodal. Bukan
Membangun Kekuatan Untuk Perjuangan Identitas Homoseksual*
Oleh : Mutiara Ika Pratiwi** Berbicara tentang perjuangan identitas homoseksual, bayangan yang pertama muncul di benak kita adalah ancaman dan penyerangan yang dilakukan oleh kelompok
Melawan Homopobia dan Pendudukan
Melawan Homopobia dan Pendudukan Alex de Jong[1] Haneen Maikey (HM) adalah seorang perempuan, warga negara Palestina dan anggota Al Qaws—suatu kelompok queer[i]— yang melakukan kunjungan
Marsinah: Korban Orde Baru, Pahlawan Orde Baru*
Harry Wibowo** Jasad Marsinah diketahui publik tergeletak di sebuah gubuk berdinding terbuka di pinggir sawah dekat hutan jati, di dusun Jegong, desa Wilangan, kabupaten Nganjuk,
19 tahun kasus Marsinah terbengkalai
USUT dan TUNTASKAN KASUS MARSINAH ADILI PARA PELAKU PELANGGAR HAM DAN KEKERASAN SEKSUAL PADA MASA ORBA 19 tahun yang lalu, pada 9 Mei 1993, jasad
Tuntaskan kasus Marsinah!
Gatra (7/5). Peringatan kematian Marsinah, yang terbunuh setelah hilang diculik itu, dimotori sejumlah aktivis perempuan dari berbagai elemen, antara lain, dari Radio Komunitas Marsinah FM,
Pernyataan Sikap SEKBER Buruh dalam Memperingati MAY DAY 2012
SEKBER BURUH JABOTABEK Pernyataan Sikap Kaum Buruh dan Rakyat Bersatu: Lawan Kapitalisme dan Imperialisme! Pada Peringatan Hari Buruh Sedunia Tahun 2012 Pada
Marsinah FM : Suara Buruh Perempuan
KBR68H – Ada 70 ribu buruh perempuan di Kawasan Berikat Nusantara (BKN), Cakung, Jakarta Utara. Lebih banyak ketimbang buruh lelaki. Buruh-buruh perempuan itu menghadapi persoalan
