Oppose US Imperialist Military Aggression and Free President Nicholas Maduro!

Oppose US Imperialist Military Aggression and Free President Nicholas Maduro!

Statement of the People’s Liberation Party/Partai Pembebasan Rakyat (Indonesia)

Oppose US Imperialist Military Aggression and Free President Nicholas Maduro!


Saturday, 3 January 2026, US imperialists carried out military aggression and ‘arrested’ Venezuelan President Nicholas Maduro and First Lady Cilia Flores. These brutal and criminal acts are unjustifiable under any international law. However, the US was able to carry them out, proving that the US is the number one imperialist and number one terrorist.

The US has repeatedly attempted to destroy the leftist movement and Bolivarian Revolution in Venezuela since the presidency of Hugo Chávez. A series of methods have been employed to bring about a ‘change of power’, including coups, assassination attempts, oil sabotage, delegitimising election results, destroying the currency, economic embargo, and even accusing President Maduro of being a drug lord and supporter of terrorists.

Pretexts or fabricated reasons have always been used by imperialists to overthrow governments. The pretext of possessing weapons of mass destruction, for example, was used as a narrative for the US invasion of Iraq. The pretext of ‘protecting civilians’ was used as a narrative for the overthrow and assassination of Muammar Gaddafi in Libya. And we will never forget the pretext of ‘the assassination of a general’ as a narrative for the mass slaughter of communists and the ‘creeping coup’ against Sukarno in 1965.

This time, the US has resorted to the dirtiest tactics in its attempt at ‘regime change’ after failing to overthrow the ‘Pink Tide’ government in Venezuela through various combinations of strategies: military aggression and the ‘arrest’ of President Maduro and his wife.  

The main objective of these dirty tactics is not to promote democracy and human rights, but rather to plunder natural resources, particularly oil, gas, bauxite, aluminum, gold and cobalt. The governments of Hugo Chavez and Nicholas Maduro, through their Bolivarian Revolution project, are working hard to return natural wealth to the people through various Bolivarian programmes for community empowerment. Therefore, any economic and political agreements that undermine the sovereignty of the people and benefit imperialism will certainly be rejected.  

Although various leftist groups are divided in their views on President Nicholas Maduro’s government, especially after the last election, allowing the brutality committed by Trump and his imperialist government only strengthens imperialist domination and oppression. On the contrary, we call on the people of the world and any anti-imperialist government to show solidarity with the people of Venezuela in defending their sovereignty and freeing President Nicholas Maduro and Cilia Flores.

There is no other choice but to use all means necessary to fight against US imperialist brutality. Oppose military aggression and free President Nicholas Maduro and First Lady Cilia Flores! We call on the people of the United States to pressure the Trump administration to stop military aggression and intervention against the sovereignty of the Venezuelan people.

Viva Venezuela and the Bolivarian Revolution!

People’s Liberation Party/Partai Pembebasan Rakyat (Indonesia)

www.koranpembebasan.org



Lawan Agresi Militer Imperialist US dan Bebaskan Presiden Nicholas Maduro!

Sabtu, 3 Januari 2026, Imperialis US melakukan agresi militer dan “penangkapan” Presiden Venezuela, Nicholas Maduro beserta Ibu Negara Cilia Flores. Tindakan brutal dan kriminal yang tidak bisa dibenarkan dalam hukum internasional mana pun. Namun mampu dilakukan oleh US  yang membuktikan bahwa US adalah number one imperialist and number one terorist.

Segala daya upaya US untuk menghancurkan gerakan kiri dan revolusi Bolivarian di Venezuela sudah berulang kali dilakukan sejak Presiden Hugo Chavez. Serangkaian cara untuk melakukan “pergantian kekuasaan” dilakukan, apakah melalui kudeta, upaya pembunuhan, sabotase minyak, mendelegitimasi hasil pemilu, menghancurkan mata uang, embargo ekonomi hingga dalih Presiden Maduro sebagai Gembong Narkoba dan penyokong teroris.

Dalih atau alasan yang dibuat-buat selalu menjadi narasi bagi Imperialis untuk menggulingkan sebuah pemerintahan. Dalih memiliki senjata pemusnah massal misalnya menjadi narasi untuk invasi US ke Irak. Dalih “melindungi warga sipil” sebagai narasi untuk penggulingan dan pembunuhan Muamar Qaddafi di Libya. Dan kami tidak akan pernah lupa, dalih “pembunuhan jenderal” sebagai narasi untuk pembantaian massal komunis dan “kudeta merangkak” terhadap Soekarno pada tahun 1965.

Kali ini US mengambil jalan paling kotor dalam upaya “regime change” setelah gagal melakukan berbagai kombinasi siasat untuk menggulingkan pemerintah “Pink Tide” di Venezuela: agresi militer dan “penangkapan” Presiden Maduro dan Istrinya.

Tujuan utama dari cara-cara kotor ini bukanlah untuk mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia, melainkan perampokan sumber daya alam, terutama: minyak, gas, bauksit, alumunium, emas dan kobalt. Pemerintahan Hugo Chavez dan Nicholas Maduro melalui proyek Revolusi Bolivariannya, sekuat tenaga mengembalikan kekayaan alam kembali kepada rakyat melalui berbagai program-program bolivarian untuk pemberdayaa masyarakat. Sehingga segala perjanjian ekonomi dan politik yang merugikan kedaulatan rakyat dan menguntungkan imperialisme sudah pasti akan ditolak.

Meski berbagai kelompok kiri terbelah dalam memandang pemerintahan Presiden Nicholas Maduro, terutama paska pemilu terakhir, namun membiarkan kebrutalan yang dilakukan oleh Trump dan pemerintahan imperialisnya hanya memperkuat dominasi dan opresi imperialis. Sebaliknya, kami menyerukan kepada rakyat dunia dan pemerintahan anti imperialis mana pun untuk memberikan solidaritas kepada rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatannya dan membebasakan Presiden Nicholas Maduro dan Cilia Flores.

Tak ada pilihan lain, berbagai cara harus digunakan untuk melawan kebrutalan US Imperialis. Lawan Agresi Militer dan Bebaskan Presiden Nicholas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores! Menyerukan kepada rakyat Amerika Serikat agar menekan pemerintahan Trump agar menghentikan agresi militer serta intervensi terhadap kedaulatan rakyat Venezuela.

Viva Venezuela and Boliarian Revolution!

Partai Pembebasan Rakyat (People’s Liberation Party, Indonesia)

Koranpembebasan.org

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *