Aksi Tolak Penjajahan Papua Barat Dikepung Polisi

Jakarta – Ratusan massa aksi yang berasal dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan  Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia (AMPTPI) dikepung aparat kepolisian saat berkumpul di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBHJ), Sabtu (1/12/2018).

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 57 Tahun Deklarasi Kemerdekaan Bangsa West Papua. Aksi ini direncakan menuju ke tiga titik berbeda yakni, Kedutaan Besar Belanda, Kantor PT. Freeport Indonesia dan berakhir di Kantor PBB Jl. M.H Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam aksinya, massa menuntut Belanda dan PBB harus bertanggung jawab atas penjajahan West Papua.

Namun, belum sempat keluar dari halaman kantor, massa dihadang dan dikepung ratusan aparat kepolisian baik yang menggunakan pakaian dinas maupun berpakaian preman. Kemudian massa memaksa keluar hingga terjadi aksi saling dorong pagar antara massa aksi dan kepolisian.

Massa berteriak-teriak, “free West Papua,” berkali-kali. Situasi semakin memanas saat ada teriakan rasis dari arah barikade polisi, “monyet! babi!”

Massa terkurung, sehingga terpaksa untuk berorasi dan membacakan pernyataan sikap di halaman LBH Jakarta.

Perwakilan massa berusaha bernegosiasi dengan polisi.

Selain di Jakarta, aksi juga dilaksanakan di daerah-daerah lainnya di Indonesia dan Papua Barat. Militer Indonesia melakukan intimidasi, penangkapan dan pemukulan terhadap peserta aksi.

Berikut data penangkapan pada pukul 10.00 WIB, 1 Desember 2018:

1. Kupang penangkapan dari malam jumlah : 18 orang.
2. Ambon 43 orang dan masih dikantor Polisi.
3. Ternate 99 orang. Salah satu kawan dilarikan ke RS karena sesak napas.
4. Jayapura sekitar 78 orang dan masih akan bertambah.
5. Surabaya 16 luka-luka termasuk tiga orang mengalami kepala bocor
6. Di Yapen-Serui empat orang ditangkap saat sedang beribadah di gereja Urei Faisei dan dibawah ke Polres Waropen. Mereka yang ditangkap, yakni Jhon Wenggy, Yulianus Kowela, Monika Imbiri dan Viktor Daimboa.
7. Kantor KNPB pusat di Jayapura sejak 30 November 2018 telah dirazia, pintu dibongkar paksa dan sejumlah perabot dapur dirusak.
8. Kantor KNPB di Asmat dibakar.
9. Sekretariat KNPB di Sorong Raya dikepung dan dirusak
10. Manado 29 orang ditangkap.

Baca juga

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.