Kenapa Mahasiswa Harus Mendukung Mogok Nasional?

Image

Oleh: Arie Lamondjong*

 

“Kewajiban dari perjuangan revolusioner dan memperbanyak mahasiswa progresif di bawah panji – panji revolusioner kerakyatan membuat itu menjadi penting untuk membongkar oportunisme borjuis kecil…..” Ninel Olesich dan Victor Privalov

 

Ketika gejolak perlawanan buruh meningkat dari tahun ke tahun, kapitalisme tidak kehilangan taktik untuk meredam perlawanan buruh. Pemerintah menggunakan berbagai regulasi untuk meredam gejolak gerakan buruh minsalnya SK Menteri Perindustrian Nomor 620 Tahun 2012 yang menetapkan 38 industri dan 10 kawasan industri sebagai objek vital diperkuat dengan penandatangan MOU (momerandum of understanding) Menteri Perindustrian  dan Kepolisian untuk mengamankan industri dan kawasan industri dari gangguan yang mengancam akumulasi modal. Sehingga ketika buruh melakukan mogok di kawasan industri maka aparat militer tidak akan segan – segan merepresi pemogokan tersebut. 

Kapitalisme mengarahkan “obat”  krisisnya sampai kedalam sendi – sendi kehidupan masyarakat. Liberalisasi dunia pendidikan adalah salah satunya. Tujuan utamanya sama, meraup akumulasi kapital dalam dunia pendidikan, yang dijalankan lewat regulasi UU PT dan UU Sisdiknas.

Rakyat menanggung akibat dari krisis kapitalisme. Wujud kongkretnya adalah buruh di upah murah, sistem kerja outsourcing, PHK, perampasan tanah, penggusuran, pendidikan dan kesehatan mahal, dsb.

Tolak ukur kesejahteraan rakyat adalah ketika rakyat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya selayaknya sebagai seorang manusia. KHL (kebutuhan hidup layak) sebagai penentu besaran upah minimum buruh hanya menggunakan 64 komponen. Sementara idealnya perhitungan upah minimum menggunakan 84 komponen dan 122 komponen bagi buruh yang berkeluarga.

Politik upah murah merugikan buruh dan menjauhkan buruh dari kesejahteraan. Sistem kerja outsourcing berakibat pada tidak adanya kepastiaan kerja, jaminan sosial yang minim dan diskriminasi  upah kerja antara pekerja tetap dan outsourcing. Upah murah, sistem kerja kontrak, outsourcing, jaminan sosial yang minim dan diskriminasi upah, merupakan cara bagi kapitalisme untuk meningkatkan akumulasi kapital, dengan cara menekan kapital variabel (modal yang dikeluarkan kapitalis untuk membayar kerja buruh). Namun, lebih jauh lagi, merendahkan daya beli, memperparah krisis.

Buruh dan mahasiswa memiliki keterhubungan yang erat dalam hubungan ekonomi – politik. Pertama, mayoritas mahasiswa ketika menyandang gelar sarjana akan menjadi buruh upahan dan mengalami kenyataan – kenyataan dalam dunia perburuhan. Bahkan sejak dalam kampus dengan program Link and Match mahasiswa sudah diarahkan untuk kelak menjadi buruh  yang taat kepada kaidah – kaidah pengusaha. Kedua, biaya pendidikan yang tinggi akan menyulitkan anak – anak buruh untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas karena notabenenya upah buruh sangat rendah untuk menyekolahkan anak – anaknya. Ketiga, lulusan sarjana kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak sementara buruh dibayang – bayangi ancaman PHK, sistem kerja outsourcing sehingga mahasiswa dan buruh sama – sama terancam menjadi pengganguran.

 

Tanggung Jawab Gerakan Mahasiswa

Apa makna mogok nasional bagi mahasiswa? Mahasiswa berkepentingan mengambil bagian penting dalam rencana mogok nasional dan memenangkan isu yang diperjuangankan kaum buruh yaitu Upah Layak, Jaminan Sosial untuk Rakyat dan Hapus Outsourcing.  Keterlibatan mahasiswa dalam mensukseskan mogok nasional membawa mamfaat pembangunan: Pertama, pembangunan karakter mahasiswa kerakyatan dan mengikis watak intelektual sebagai “menara gading” yang tidak tau menahu dan tak mau peduli akan realitas masyarakat. Kedua, membangun kesadaran bahwa untuk memenangkan perjuangan mencapai kesejahteraan hanya akan niscaya ketika ada persatuan antara kelas buruh, petani, kaum miskin kota, perempuan, dll. Ketiga, menumbuhkan kepercayaan diri rakyat, khususnya kaum buruh dalam berjuang karena mendapatkan dukungan dari mahasiswa. 

Organisasi mahasiswa yang maju adalah ketika meletakan realitas sosial sebagai bagian dari dirinya dan berjibaku menyelesaikan ketimpangan dalam realitas. Konkritnya gerakan mahasiswa harus masuk ke kawasan-kawasan industri membantu membagikan selebaran dan poster – poster mogok nasional, mengadakan diskusi – diskusi publik bersama organisasi buruh, dan bersama-sama menjahit persatuan. Mengadakan kampanye – kampanye dukungan misalnya, demonstrasi, mimbar bebas, konferensi pers, mogok kuliah, dll. Pada tanggal 30 September  2013 Komite Persiapan Mogok Nasional akan dihadiri 1000 aktivis buruh dari  KSPI, Sekber Buruh dan organisasi – organisasi buruh di nasional dan daerah yang akan berkumpul untuk mendeklarasikan mogok nasional pada akhir Oktober tahun ini.

  Ancaman Menghadang

Hal yang nyata di depan mata dan membahayakan bagi kemajuan gerakan dan kemenangan – kemenangan kecil yang didapatkan oleh gerakan saat ini adalah: penyempitan ruang demokrasi. UU Ormas, UU Intelejen, RUU KUHP, RUU Kamnas adalah rangkaian kebijakan pemerintah untuk melakukan penyempitan terhadap ruang demokrasi yang didapatkan hasil dari perjuangan penjatuhan Soeharto.

“dalam perjuangan menggulingkan kapitalisme, kita harus mempertahankan dan (bahkan) memperluas ruang demokrasi (dalam perpektif perjuangan untuk Sosialisme) adalah terlibat aktif berjuang dan memperluas perjuangan demokrasi, menyambung perjuangan demokrasi dengan kesejahteraan sebagai propaganda dan tuntutan agar dimengerti oleh massa. Dengan terlibat aktif dalam perjuangan demokrasi maka rakyat akan semakin mengerti bahwa ada batas yang tidak bisa dilewati dari tuntutan demokrasi oleh kaum borjuis dan kaum reformis yang membatasi diri pada perubahan komposisi tatanan saja tanpa merubah secara radikal sistem dan tatanan yang ada”

 Kemenangan kecil yang didapatkan buruh misalnya status buruh kontrak menjadi buruh tetap, memenangkan perselisihan antara buruh dan pengusaha hingga mampu mempidanakan pengusaha nakal, keberhasilan penolakan revisi UU Ketenagakerjaan, kebebasan berorganisasi dan berpendapat, hingga menjamurnya organisasi  – organisasi buruh. Bagi mahasiswa, kemenangan kecil misalnya sanggup menggagalkan UU BHP, kebebasan organisasi gerakan mahasiswa untuk meluaskan jaringan di dalam kampus hingga kebebasan mendiskusikan ideologi yang “dilarang” oleh negara. Kemenangan – kemenangan kecil yang didapatkan dari keterbukaan demokrasi akan sirna ketika kekuatan anti demokrasi kembali mengakar, mencengkram dan berkuasa. Maka, sangat penting bagi kita untuk terus mempertahankan dan memajukan perjuangan demokrasi ke tahap selanjutnya. Agar demokrasi dan kesejahteraan bagi rakyat semakin nyata.

Kedepan,  rakyat akan dihadapkan pada pesta demokrasi liberal: pemilu 2014. Jelas, pemilu ini, bukan pesta rakyat. Karena tak ada satu pun partai yang merupakan representasi dari rakyat, baik secara programatik, maupun komposisi. Pemilu 2014, adalah rekonsolidasi dari Partai-Partai agen kapitalis.

Sangat penting bagi kapitalisme internasional untuk mengamankan dominasinya. Apalagi, krisis kapitalisme membutuhkan lapangan penghisapan yang lebih luas dan lebih dalam. Karena hanya perluasan penghisapan lah cara, bagi kapitalisme untuk terus bertahan hidup.

Dan agar semakin lapang jalan bagi pengisahapan atas alam dan manusia di negeri ini. Cara yang sama akan terus dipakai, yakni stabilisasi iklim investasi, yang mensyaratkan stabilisasi politik. Singkat kata, penghisapan kapitalisme, semakin memperlihatkan wajahnya yang anti demokrasi!

Dan apabila kita melihat dari komposisi Partai yang ada beserta tokoh-tokohnya. Kita akan melihat para Jenderal pelanggar HAM, kaum konservatif , dan para pendukung regulasi anti demokrasi, sedang beramai-ramai memperlihatkan kekuatan politiknya dihadapan kapitalisme internasional, agar dapat menjadi agen yang paling baik, paling manut pada modal internasional.

Maka, semakin jelas, bahwa tak bisa kita membatasi tuntutan kita pada upah, jaminan sosial, sistem kerja yang lebih baik, namun lebih jauh lagi, pada tuntutan darurat politik, yakni memperluas napas perjuangan rakyat: Demokrasi. Karena semakin mustahil kesejahteraan dimenangkan apabil demokrasi dipukul mundur. Selamat berkonsoldasi, dan Sukseskan Mogok Nasional!

 

 

*Arie lamondjong (Anggota PPR dan Staff Dept. Pendidikan dan Propaganda Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional)

** Poster Nobodycorp Internationale Ltd

 

Sumber :

–          “Membangun Kontak Mahasiswa dan Kelas Pekerja”oleh Ninel Olesich dan Victor Privalov.

–          http://koranpembebasan.wordpress.com/2011/07/10/benang – merah – perjuangan – demokrasi – dan – kesejahteraan/

–          TOR undangan deklarasi Komite Persiapan Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *