Seruan solidaritas mendesak: Ancaman kematian terhadap aktivis-aktivis di penjara Pakistan

Bagi kawan-kawan aktivis, serikat-serikat buruh, dan organisasi-organisasi sosial politik pendukung demokrasi dan hak-hak azasi manusia yang mendukung seruan ini, diharapkan konfirmasinya pada alamat email berikut: partai.pembebasan.rakyat@gmail.com agar juga dapat membicarakan rencana aksi solidaritas bersama dalam waktu dekat.

Selama seminggu terakhir kami memperoleh informasi yang mengkhawatirkan terhadap nasib lima tahanan politik di wilayah Gilgit-Baltistan, “Wilayah sebelah Utara” Himalaya, Pakistan.

Pada pagi hari 28 April, lime tahanan politik ini dipukuli dengan kejam dan disiksa oleh polisi dan aparat keamanan. Mereka dibiarkan paling tidak seminggu tanpa pemeriksaan apapun terhadap luka-luka yang mereka alami, tanpa kunjungan dokter, melanggar perintah pengadilan agar mereka diperiksa, dengan hanya roti kering untuk makan. Mereka dipindah secara paksa ke penjara bagi kriminal yang lebih keras dan kita pantas khawatir bahwa tujuan pemindahan mereka adalah agar mereka dibunuh oleh tahanan lain (dalam perkelahian antar tahanan…) sehingga pejabat yang berkuasa tak akan dikenakan tanggung jawab secara langsung.

Lima tahanan tersebut adalah anggota-anggota Partai Buruh Pakistan [1] (LPP) dan Front Pemuda Progresif (PYF). Yang paling terkenal di antara mereka adalah Baba Jan, baru saja terpilih kembali sebagai anggota komite federal LPP pada kongres mereka baru-baru ini di Bulan Maret.

Keberadaan para tahanan dirahasiakan sejak serangan 28 April (bahkan para pengacaranya tidak dapat menemui mereka); itulah sebabnya sulit sekali mengumpulkan informasi. BErita terakhir adalah bahwa Baba Jan, Iftikhar Hussain dan Amir Ali mengalami cedera parah. Baba Jan tampaknya mengalami dua patah jari tangan (kemungkinan patah tangan), luka pada wajahnya dan kepalanya dicukur untuk mempermalukannya. Dua yang lainnya, Ameer Khan dan Rashid Minhas, mengalami cedera yang sedikit lebih ringan.

Mereka telah dipindahkan ke penjara tingkat tinggi di Zulfiqarabad, di kota Gilgit.

Komisi Hak Azasi Manusia Pakistan (HRCP) mempublikasikan sebuah komunike pada 4 Mei 2012 yang menyatakan informasi yang diperoleh sebagai situasi “yang sangat mencemaskan”, (menurutnya setidaknya lima aktivis telah disiksa) [2]. HRCP menyatakan bahwa lima aktivis tersebut “yang telah berada di penjara selama beberapa bulan terus mengalami perlakukan yang kejam karena memprotes kualitas makanan yang buruk dan penundaan hearing kasus-kasus para tahanan di penjara”. Komisi “memprotes keras penganiayaan para aktivis”. Mereka “menuntut agar hak-hak dasar dan proses hukum tak boleh diabaikan terhadap para aktivis politik ini”. “Mereka yang dituduh melakukan penyiksaan terhadap para aktivis harus diskorsing untuk diinvestigasi dan mereka yang ditemukan bersalah harus dihukum sesuai hukum.” Akhirnya, komisi tersebut menyimpulkan “pemerintah harus berhenti membuat situasi semakin buruh di Gilgit dengan kepala batu tetap mempertahankan taktik tangan besinya. “

Pada 7 Mei 2012, HRCP meluncurkan suatu surat “permintaan mendesak” yang harus dikirimkan pada otoritas federal dan otoritas di Gilgit-Baltistan. [3]

Mengingatkan situasi sebelumnya. Seperti yang dinyatakan HRCP, lima tahanan politik tersebut “telah ditahan karena atas nama korban memprotes penggusuran paksa terkait tanah longsor Attabad di bulan Januari 2010”. Tanah longsor yang merusak dengan dasyat  ini menyebabkan banjir yang terjadi di lembah Hunza. Pada bulan Agustus 2011, polisi menembaki para pemrotes yang menuntut agar seluruh keluarga yang terkena bencana harus menerima bantuan yang dijanjikan, dan menewaskan satu anak laki-laki, dan kemudian ayahnya yang melindunginya [4]. Baba Jan, LPP dan PYF memiliki peran sangat aktif dalam membuka fakta ini agar diketahui secara nasional dan inilah sebabnya mereka secara aktif dicari-cari aparat kemanan. Baba Jan menyerahkan dirinya sendiri pada September 2011 untuk mencegah agar ia tidak secara rahasia dan cepat dieksekusi jika diketemukan dalam persembunyian. [5]

Konteks saat ini. Gilgit tidak saja satu-satunya tempat dimana aktivis-aktivis serikat buruh progressif selama ini disiksa. Ini juga terjadi baru-baru ini terhadap tujuh buruh dari industri tekstil (tenun) di Karachi, yang ‘kejahatan”nya hendak membentuk suatu serikat pekerja guna merespon terror dari bos pemilik pabrik—fakta-fakta ini telah mendorong protes internasional dari serikat-serikat pekerja, wakil-wakil unieropa dan kampanye anti-penyiksaan. [6]

Di Pakistan terdapat kebijakan kriminalisasi terhadap gerakan sosial yang juga kita temukan di banyak negeri, termasuk di Barat. Namun kebijakan yang diterapkan di sini ada di dalam situasi kekerasan negara, relijius sektarian, dan kekerasan sosial yang ekstrem. Para aktivis ditarik di depan peradilan anti teroris yang ditakuti atau dituduh melakukan kejahatan keji (pembunuhan, obat-obatan terlarang…). Otoritas yang ada saat ini dan kekuatan represif memiliki suatu rasa kekebalan—celakanya berdiri atas landasan yang kokoh.

Semua kekuatan progresif berada dalam ancaman. Pemimpin asosiasi-asosiasi petani dan serikat-seriakt buruh yang dekat dengan LPP saat ini sedang ditekan tak saja di Gilgit juha di Punjab atau Sind. Represi menyebar dan sejauh ini berlangsung hingga mengancam hidup para aktivis, beberapa orang telah terbunuh selama beberapa tahun terakhir, seperti aktivis petani dari ladang milik tentara di Okara [7] atau para aktivis dari serikat-seriakt buruh tekstil (tenun) di Faisalabad [8].

Kemendesakan. Kita harus memberikan respon terhadap kebijakan teror melawan kaum buruh, petani, dan pergerakan politik progresif rakyat ini. Para aktivis Pakistan membutuhkan solidaritas kita. Yang paling mendesak saat ini adalah melindungi hidup kelima tahanan aktivis di Gilgit dan menuntut pembebasan mereka segera dan tanpa syarat serta menghentikan semua peradilan sebelum yuridiksi anti-teroris. Tidak boleh ada lagi kekerasan terhadap mereka, dan yang melakukan kekerasan harus ditangkap.

Telah banyak seruan aksi protes dilakukan LPP dan PYF di Pakistan sendiri. Belum lama ini bahkan telah terjadi penangkapan lagi terhadap enam orang pemrotes di Lembah Hunza ikut bersolidaritas pada aksi solidaritas serentak yang dilakukan LPP beberapa hari lalu. Enam aktivis dari LPP dipimpin oleh Nasir ditahan di Karim Abad, kota utama di Hunza, ketika membagikan selebaran untuk pembebasan Baba Jan. Demonstrasi solidaritas melawan penyiksaan dan menuntut pembebasan Baba Jan dan 4 kawan lainnya dilakukan di Karachi, Lahore, Islamabad, Multan, Hyderabad beberapa kota lainnya.

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk menunjukkan solidaritas dengan cepat di tingkat indernasional sehingga pejabat Pakistan dan Gilgit Batistan tahu bahwa mereka sedang dimintai tanggung jawab atas apa yang terjadi pada Baba Jan dan kawan-kawannya.

Inisiatif solidaritas yang berbeda-beda terlah terjadi di Australia, di Amerika Serikat (dengan partisipasi jaringan lingkungan radikal), di Sri Lanka, dll. Aksi pertama yang sedang disiapkan di tingkat parlemen Eropa

Bentuk-bentuk solidaritas yang dapat kita lakukan antara lain melalui: surat protes, aksi delegasi dan aksi protes di depan Kedutaan Pakistan; informasi yang disebarkan melalui media-media internasional,  peringatan waspada yang dikirimkan ke jaringan-jaringan solidaritas, pernyataan dari organisasi-organisasi hak azasi manusia, dll.

Bagi kawan-kawan aktivis, serikat-serikat buruh, dan organisasi-organisasi sosial politik pendukung demokrasi dan hak-hak azasi manusia yang mendukung seruan ini, diharapkan konfirmasinya pada alamat email berikut: partai.pembebasan.rakyat@gmail.com agar juga dapat membicarakan rencana aksi solidaritas bersama dalam waktu dekat.

Bersamaan dengan itu juga dapat mengirimkan surat secara langsung dengan contoh berikut:

http://kprm-prd-english.blogspot.com/2012/05/solidarity-needed-against-torture-of.html

Atau mengisi dan menyebarluaskan petisi ini: http://www.ipetitions.com/petition/free-baba-jan

Tanggal 7 Mei 2012, Noam Chomsky dan Tariq Ali adalah diantara nama-nama yang dikenal dunia telah menyatakan protesnya: http://freebabajan.wordpress.com/2012/05/07/open-letter-demanding-the-release-of-baba-jan-hunzai/

Untuk mengetahui perkembangan situasi di Pakistan terkait penaganan Baba Jan dkk, silahkan akses: http://freebabajan.wordpress.com/

Salam Solidaritas, dan TERIMA KASIH 

*(diterjemahkan oleh Zely Ariane dari seruan yang dibuat oleh Danielle SabaiPierre Rousset dan Farooq Tariq di http://www.internationalviewpoint.org/spip.php?article2601 dan http://www.internationalviewpoint.org/spip.php?article2612) dan ditambahkan sesuai kebutuhan untuk solidaritas di Indonesia

 

Catatan Kaki

[1] http://www.laborpakistan.org/ dan http://en.wikipedia.org/wiki/Labour_Party_Pakistan

[2] Lihat di ESSF Baba Jan case: Human Rights Commission of Pakistan slams torture on detained activists in Gilgit.

[3] Lihat di ESSF Gilgit-Baltistan/Pakistan: Torture of detained political activists in Gilgit jail.

[4]http://koranpembebasan.wordpress.com/2011/09/28/pernyataan-solidaritas-bebaskan-baba-jan-dan-semua-tahanan-politik/

[5] Lihat Violent repression in the north of Pakistan.

[6] Lihat di ESSF Appel urgent – Pakistan : Sept personnes torturées pour avoir créé un syndicat (in French).

[7] Lihat di ESSF Pakistan/Okara: AMP commemorates third death anniversary of tenants killed by Military henchmen.

[8] Lihat di ESSF Trade Union Leaders Heavily Sentenced in Pakistan: Urgent Finance appeal for “Faisalabad 6”.

You might also like

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *