Pernyataan Solidaritas: Bebaskan Baba Jan dan Semua Tahanan Politik!

Free Baba Jan and all Political Prisoners

Bebaskan Baba Jan dan Semua Tahanan Politik!

Ganti Rufi Bagi Korban Kekerasan Polisi!

Ganti Rugi Bagi Korban Longsor 4 Juli!

Pada tanggal 11 Agustus kemarin, polisi Pakistan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan rakyat yang menuntut pembayaran tunjangan kompensasi setelah longsor yang terjadi setahun lalu di lembah Hunza, pada tanggal 4 Juli 2010. Longsor di daerah Gilgit-Baltistan tersebut menghancurkan beberapa rumah dan memutus jalan-jalan penting. Pemerintahan daerah meninggalkan masyarakat yang menjadi korban dan mengkorupsi pembayaran kompensasi yang ditujukan untuk beberapa keluarga korban.

Ketika penduduk desa berdemonstrasi pada tanggal 11 Agustus, bertepatan dengan kedatangan Menteri untuk Provinsi, polisi meresponnya dengan senjata mematikan, membunuh Afzal Baig (berumur 22 tahun), dan ayahnya, Sher Ullah Baig (berumur 50 tahun). Sebagai reaksi atas hal tersebut, rakyat di Aliabad dan daerah-daerah lain di Hunza melawan dan selama empat hari rakyat mengambil kendali atas kota tersebut. Untuk menenangkan rakyat, pihak otoritas mengklaim bahwa penyelidikan telah dilangsungkan terhadap petugas kepolisian yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan memberikan kompensasi keuangan kepada keluarga korban. Ternyata hal ini hanya sebagai manuver untuk mempersiapkan gelombang represi yang baru. Pada tanggal 19 Agustus, 36 orang ditangkap, diantaranya termasuk anggota Partai Buruh Pakistan (LPP), enam diantaranya tetap berada dalam tahanan. Gelombang penangkapan baru mulai pada tanggal 16 September, dengan menangkap 33 orang.

Baba Jan, seorang anggota Komite Federal LPP dan pemimpin Front Pemuda Progresif, sangat terlibat dalam protes rakyat tersebut. Dia awalnya meloloskan diri dari penangkapan pada tanggal 19 Agustus dan bersembunyi. Namun dengan begitu dia berada dalam bahaya akan dibunuh (“hilang”) jika ditangkap oleh polisi. Daerah Gilgit-Baltistan terkenal atas pelanggaran HAM oleh pihak berwenang. Baba Jan kemudian memilih untuk menyerahkan diri kepada pihak berwenang, sebulan setelah bersembunyi, setelah menyelenggarakan konferensi pers sehingga semua orang dapat memahami apa yang mungkin terjadi pada dirinya. Menurut informasi yang didapatkan oleh LPP, Baba Jan dipindahkan dari selnya oleh agen rahasia Pakistan –ISI- dan disiksa selama dua hari: diikat dengan tali dan dipukuli berulang kali.

Baba Jan dan yang lainnya menjadi sasaran represi karena mereka memainkan peran penting dalam mengungkap apa yang dikenal sebagai skandal 4 Juli 2010 dan kejadian-kejadian setelahnya. Pihak berwenang sekarang menggunakan kekerasan dan represi untuk mencoba menutupi penyingkiran dan kecurangan terhadap korban longsor 4 Juli dan pembunuhan yang dilakukan oleh kepolisian.

Kami mengutuk keras pemerintahan Pakistan karena menggunakan kekerasan, penangkapan dan intimidasi sebagai metode untuk membungkam tuntutan rakyat dan protes rakyat terhadap kebijakan represifnya.

Kami menuntut:

  1. Agar Pemerintah Pakistan segera dan tanpa syarat membebaskan Baba Jan dan tahanan politik lainnya.
  2. Agar Pemerintah Pakistan memberikan ganti rugi kepada korban longsor 4 Juli dan kekerasan polisi.
  3. Agar Pemerintah Pakistan menyelidiki dan menuntut petugas kepolisian dan intelijen yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM.

Kami menyerukan semua gerakan sosialis dan progresif serta organisasi HAM di Asia Tenggara dan dunia untuk memberikan solidaritas kepada tahanan politik dan mengutuk pelanggaran HAM yang dilakukan oleh agen rahasia Pakistan. Kami sepenuhnya mendukung perjuangan gerakan rakyat di Gilgit-Baltistan.

Ditandatangani oleh:

  1. Partai Pembebasan Rakyat (Indonesia)
  2. Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (Indonesia)
  3. Partido ng Manggagawa (Labor Party-Philippines)
  4. Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia
  5. Parti Sosialis Malaysia
  6. Democratic Association of the Youth (Philippines)
  7. Perempuan Mahardhika
  8. International Institute for Research and Education (Manila-Philippines)
  9. Revolutionary Workers Party (Mindanao-Philippines)
  10. Nouveau Party Anticapitaliste (France)
  11. Komite Penyelamat Organisasi-Perhimpunan Rakyat Pekerja (Indonesia)
  12. Socialist Alliance (Australia)
  13. Socialist Resistance (Britain)
  14. Socialist Alternative Politic (Netherlands)
  15. Japan Revolutionary Communist League (JRCL)
  16. National Council of Internationalist Workers (NCIW) Japan
  17. Radical Socialist India
  18. Partido Lakas ng Masa (PLM) Philippines
  19. Communist Party of Bangladesh (CPB-ML)
  20. Ecosocialists Unite
  21. Unite Union, Auckland
  22. National Union of Bank Employees (Malaysia)
  23. National Foundation Nowshera Virkan, Pakistan
  24. Campaign against Climate Change Trade union group Britain
  25. SANLAKAS – Philippines
  26. 26. …

Personal

1. Jaya Vindhyala, Advocate President, PUCL-AP, Andhra Pradesh, India

2. AA Mirza, World Wide News, UK

3. Sarah Parker, member of Socialist Resistance editorial board, London

4. Mike Treen, National Director, Unite Union, Auckland

5. Gulnaz Shaikh, Islamabad

6. Dr. Zahid Rana, Executive Director, National Foundation Nowshera Virkan, Pakistan

7. Dr. Klaus Engert, Ecosocialist International Network, Germany

8. …

Catatan:

  • Jika organisasi anda ingin mendukung statemen ini mohon email ke: politic.ofthepoor@gmail.com, dan ikuti update perjuangan diatas di: https://www.facebook.com/groups/124069531026580/?ref=ts
  • Sampaikan juga surat protes ke Kedutaan Besar Pakistan di negeri masing-masing. Hal ini akan membantu memberi tekanan pada pemerintah Pakistan.

You might also like

2 thoughts on “Pernyataan Solidaritas: Bebaskan Baba Jan dan Semua Tahanan Politik!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *